Langsung ke konten utama

Postingan

Jalanan Kini Jauh dari Aman

Saat menunggu lampu merah beralih ke hijau, sering saya merasa miris dengan perilaku banyak pengendara yang dari hari ke hari semakin semaunya sendiri. Memang tidak semua pengendara, tapi jumlah yang melakukan pelanggaran peraturan lalu lintas dari hari ke hari bertambah banyak. Apa saja yang dilanggar ? saya buat list saja ya.. 1. Pengendara roda dua tidak berhelm. 2. Melanggar lampu merah. Yang satu ini makin menjadi-jadi saja... Orang tua yang semestinya memberi contoh bagi putra putrinya, menjadi panutan yang baik malah mengajari sang anak secara langsung untuk melanggar lampu merah. Banyak orang tua yang mengantar putra putrinya ke sekolah melakukan pelanggaran. Apapun alasannya, lampu merah, kuning, hijau diatur sedemikian rupa untuk memberi kelancaran dan keamanan semua pengguna jalan. Kalau sudah seenaknya dilanggar, kecelakaan yang terjadi kan juga semakin banyak. Para orang tua yang mengajari putra putrinya melanggar mungkin tidak menyadari bahwa efeknya ke anak lebih bes...

Museum Angkut - Batu

Satu lagi tempat wisata yang patut dikunjungi di Batu, Malang : Museum Angkut. Letaknya tak jauh dari Jatim Park I. Sepertinya arah menuju museum angkut perlu dipasang di jalan - jalan untuk mempermudah pelancong, karena sepanjang jalan sejak memasuki kota Batu yang terpampang adalah arah menuju Jatim Park, padahal kami saat itu sama sekali tidak tahu kalau museum angkut letaknya tidak jauh dari Jatim Park. Untung kami tanya ke pegawai sebuah depot yang menjelaskan letak dan arah ke sana. Waktu melihat bangunannya dari luar sepertinya tidak luas, tiket masuk 75000 per orang, kalau bawa camera kena charge 30000 per camera (kecuali handphone, tablet tidak perlu bayar). Begitu masuk.... wah mobil2 tua ditata demikian menariknya.. ruangan jadi tidak terlihat sesak padahal pengunjung dan kendaraan2 yang dipajang banyak sekali.  Di lantai 2 juga masih banyak kendaraan yang dipajang, termasuk tuxuci yang hancur saat dikendarai pak Dahlan Iskan. Dari lantai 2 kita juga bisa menu...

Fish & Co Singapore

Setelah puas dan kelelahan putar-putar area Orchard, Singapore, kami mulai kelaparan. Berhubung saya yang jadi 'tour leader' lupa seluk beluk area situ, jadinya kita mutar-mutar entah kemana dan membuat kami makin kelaparan. Tiap ketemu tempat makan yang cocok, kami tidak melihat label HALAL jadi ya jalan terus. Sampai akhirnya kami menemukan Fish & Co (kalau tidak salah di lantai basement Paragon). Kita tunggu sebentar untuk diantar ke tempat duduk oleh waitress. Trus disodori tablet untuk memilih menu, baru kali ini kita order makanan di restoran pakai tablet.. cuma yang bikin ribet kabel LAN nya, kenapa gak pakai usb LAN aja... Waktu kita liat daftar menunya... alamak... seporsi rata2 SGD 15, yang murah salad SGD 9... belum minum. Yah terpaksa lah, sudah kelaperan. Seumur umur baru kali ini makan yang seporsi setara 150 ribuan... hehehe Waktu makanannya datang, seporsi Fish & chips ternyata porsi besar! Tapi teteplah kemahalan.. hehehe Makan bertiga habis sekit...

Wisata Tas Rajut Kaboki

Untuk pecinta rajut ada tujuan wisata yang menarik di daerah Sukorejo, Jawa Timur. Arah penunjuk jalan terlihat jelas di area pasar Sukorejo setelah masjid besar (dari arah Surabaya). Belok kanan mengikuti arah penunjuk jalan, terusssssss aja nanti akan terlihat bangunan KABOKI di sebelah kiri jalan. Begitu memasuki showroom Kaboki, kita sudah disuguhi bermacam-macam tas rajut yang cantik-cantik. Kalau kita berkunjung di hari kerja, kita dapat mengintip para perajut sedang merajut tas-tas cantik Kaboki. Kita juga bisa mengikuti pelatihan gratis untuk kunjungan berkelompok, tentunya dengan perjanjian terlebih dahulu. Tas-tas rajut di lantai 1 ini ada yang berukuran kecil seperti tas pesta sampai seukuran travel bag. dompet rajut juga tersedia. Harga kalau ndak salah berkisar 80 - 350 rb. Di lantai 2 terpajang tas-tas rajut yang divariasi dengan bahan kulit, tentunya harga tas di area ini lebih mahal tapi tampilannya juga makin keren dengan variasi kulit. Harga tas d...

Kereta Eksekutif BIMA Surabaya - Malang

Kebetulan saya ada undangan sebuah acara di Malang pada hari Rabu jam 11.00 - 13.00. Karena saya tidak akan menginap di Malang, saya memilih transportasi yang nyaman, cepat, aman dan tidak melelahkan. Saya cek jadwal KA Bima (yang baru diluncurkan bulan Februari 2014) surabaya - malang, malanag - surabaya ternyata jadwalnya pas banget : Berangkat pukul 06.30 (tiba di malang pukul 08.30) dan pulang dari malang pukul 14.25 (tiba di surabaya pukul 16.30). Langsung saya booking online lewat mitra pt KAI, semua proses cepat dan mudah, pembayaran via ibanking (dengan batas waktu pembayaran paling lama 2 jam setelah booking). Kode booking langsung dikirim ke email setelah pembayaran kita diterima. Karena di printout tertera keharusan tiba di stasiun minimal 1 jam sebelum keberangkatan, saya sudah tiba pukul 05.25 di stasiun gubeng. Saya bergegas menuju loket penukaran kode booking, ternyata masih tutup (kata petugas kebersihan bukanya jam 8 pagi). Akhirnya saya bertanya ke satpam di pintu ...

Pratunum, Bangkok

Pecinta belanja..... ini tujuan wisata yang sangat tepat. 24 jam belanja sepuasnya! Semua ada! Sebanyak apapun kita berbelanja, selalu ada orang lain yang belanja jauh lebih banyak lagi! haha! Biasanya harga yang dipajang adalah harga wholesale (3pcs semotif), harga per biji tentu saja lebih mahal sekitar 20-50 baht. Pernah coba-coba nawar, ada yg bisa ditawar tapi ada juga yang langsung nyemprot... hehehe... jadi ya, untung-untungan lah.. Hati-hati kalau bawa tas, saya sedang lenggang kangkung tau-tau beberapa Ibu WNI datang memperingatkan saya agar lebih berhati-hati memegang tas karena salah satu Ibu tasnya disayat dan kehilangan 5 juta rupiah...

Bangkok

Dapat tiket murah dari Tigerair surabaya-bangkok pp sekitar 880000 (tanpa bagasi dan no. kursi). Penerbangan tepat waktu, tiba di Suvarnabhumi airport sekitar pukul 17.50. Senang sekali tigerair menggunakan airport ini, karena airportnya mewah, nyaman dan tersedia airport rail link. Jadi tidak perlu repot-repot lagi cari kendaraan umum lainnya. Tak lupa kami mengambil brosur-brosur bangkok yang disediakan gratis di airport, perlu sekali map nya untuk bekal jalan-jalan. Kami menggunakan airport rail link (city line) ke stasium Ratchaprarop dengan tarif 40 baht. Ada express line, lebih mahal tapi lebih cepat. Dari stasium Ratchprarop kami jalan kaki menuju hotel kami di area Pratunum, tidak jauh.. ancer-ancernya Baiyoke sky hotel. Begitu tiba di area Baiyoke, stan-stan pakaian bertebaran di sepanjang jalan... memudarkan konsentrasi kami mencari hotel City Inn. Kesasar 3 kali setelah bertanya pada beberapa satpam karena mereka berbicara dengan bahasa isyarat (tidak banyak orang yang be...