Langsung ke konten utama

Singapore, lagi

Bandara Juanda International terminal 2 baru saja dibuka sekitar seminggu lalu, asyik bisa menikmati fasilitas baru. Tampilan luar modern, bagus, keren.. pengantar boleh masuk hingga area toko-toko dan restaurant yang tak jauh dari pintu masuk penumpang.
Kali ini kita dapat tiket murah dari Tigerair, pp sekitar 620000. Sudah menunggu 40 menitan tapi antrean check-in masih panjang sekali padahal setengah jam lagi waktu check-in akan ditutup.. saya lihat ke belakang masih lumayan banyak yang antre, kuatir juga kalo sampai batas waktu tetap belum bisa check-in. Untung saja oleh petugas dibuka counter satu lagi, jadi berhasil check-in sebelum waktunya habis.
Langsung kita naik ke lantai 2, bandaranya masih baru, bersih.. Kita menuju gate 7, begitu masuk, wah calon penumpang dari berbagai maskapai campur jadi satu.. bisa dibayangin, banyak kan? yang jadi masalah, kursi yang disediakan kok sedikit sekali ya.... Padahal tampak banyak jemaah umroh yang menunggu penerbangan mereka, kan kasihan terpaksa harus duduk di bawah, apalagi banyak yang sudah sepuh...
Saya cobain toilet.. masih baru, masih bersih di bagian depan, gitu masuk ke dalam bilik toilet, aduh... kenapa beberapa tissue dibuang ke lantai begini. Saya tidak tahu apakah sang pengguna toilet yang terlalu malas untuk membuang tissue ke tempat sampah atau petugas toilet yang kurang cepat membersihkan ruangan.
Sepertinya masih ada beberapa masalah.. penerbangan delayed, sekitar 1 jam. Berhubung ruang boarding bisa dibilang kurang nyaman sebagai tempat menunggu jadi ya... rasanya lebih lama dari 1 jam.
Semoga saja segala fasilitas dapat segera dibenahi dan diperbaiki (kursinya ditambah dong.... ), jangan sampai makin ndak keurus seperti terminal 1 yang dulunya bisa bersih, bebas rokok tapi sekarang duh... bau asap rokok bagaikan hawa penyambutan begitu kita memasuki area terminal 1.
Pesawat Tigerair yang kami tumpangi menuju Singapore adalah tigerair mandala. Kalau ditanya apakah beda rasanya dengan Tigerair singapore, saya jawab : YA. Tapi untuk urusan seragam pramugari pramugara, saya saya acungin 4 jempol.. rapi dan sopan! mestinya para designer seragam crew pesawat lebih menjaga kesopanan, kesantunan  dan kerapian crew sepetir Tigeriar gini...
Tiba di Singapore Changi Airport, wah ternyata sekarang sudah berubah.. untuk ke MRT station tinggal jalan saja mengikuti penunjuk arah, tak jauh.
Jam menunjukkan pukul 12.30 waktu Singapore, kita langsung menuju Bayfront st. Dari situ kita mengikuti jalur Exit menuju Gardens by the bay. Saat keluar... eh ternyata kita sudah berada di bawah Marina Bay Sands. Pemandangan kiri kanan depan belakang langsung tampak mempesona...
Ada 2 jalur jembatan, yang satu ke arah Gardens by the bay, yang satunya lagi ke arah Marina Bay Sands. Awalnya saya kira area gratisan cuma di bagian depan Gardens by the bay saja, ternyata jalan-jalan di sepanjang jembatan 'layang'nya juga gratis...

Puas di area Gardens by the bay, pindah ke area Marina Bay Sands.







Pemandangan dari jembatan layang menuju Marina Bay Sands indah sekali. Tampak Singapore Flyer berdiri mempesona... sebenarnya kepengen menikmati indahnya pemandangan naik Singapore Flyer tapi apa daya, kami bertiga semua takut ketinggian. Jadi ya.... kita cuma bisa foto-foto SF dari kejauhan saja.... hik hik...

Setelah puas menikmati pemandangan di sini, kami kembali ke St. Bayfront menuju Esplanade (keluar ke arah Theater). Duduk duduk dulu sambil menikmati ice cream yang di jual di pinggir jembatan (harganya S$1.20, kalo di sekitar Orchard Rd harganya S$1). Menuju Merlion park tinggal jalan aja menyebrangi jembatan.

Jam sudah hampir pukul 5 sore, kami sudah cukup lelah, jadi lebih baik menuju hotel untuk check-in dan istirahat.

Postingan populer dari blog ini

Merawat Batu Akik Bulu Macan

Beberapa bulan ini saya terpana dengan keindahan batu akik bulu macan yang saya lihat di situs bukalapak.com. Coraknya itu lo.... lain daripada yang lain. Ada banyak orang yang menawarkan batu cincin dengan sebutan bulu macan, tapi yang saya maksudkan adalah akik bulu macan berwarna dasar hitam kecoklatan dengan corak seperti goresan goresan keemasan, asal Lumajang.... bukan jenis tiger eye atau badar besi lho ya.... Harganya mahal, apalagi yang coraknya tegas jelas menawan indahnya itu hadewww... jutaan, padahal ukuran kecil. Setiap hari browsing... akhirnya dapat 1 dengan harga 400rb, waktu datang warna hitam masih dominan dan corak keemasan masih tipis banget.... maklumlah, untung ukurannya sekitar 12x13mm. Gak papa, bisa dirawat.... akhirnya browsing lagi mencari cara merawat dan memunculkan serat di batu bulu macan. Ada satu cara yang lumayan mudah : Direndam di air kelapa. Nah sekarang masalahnya : cari air kelapa ! Mau ke pasar beli air kelapa kok males, mana 2-3 hari sekal...

Warung Ayam Bakar Rejosari

Kalo malas masak, makan.... bisa coba menu di warung yang satu ini. Warung Ayam Bakar Rejosari, di samping Indomaret, jalan Nginden Semolo 74 A Surabaya. Warung yang satu ini tidak pernah sepi pengunjung, selalu saja datang silih berganti untuk yang sengaja hendak makan di sana ataupun yang dibawa pulang. Tak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan menu yang kita order. Karyawan warung selalu sigap melayani pesanan. Harga yang ditawarkan termasuk ramah di kantong, apalagi warung ini tak jauh dari kawasan perguruan tinggi, tak heran kalau warung ini menjadi jujugan favorit para mahasiswa. 1 porsi ayam bakar dipatok seharga rp 11000 sedangkan ayam penyet rp 11500. Untuk 1 ekor ayam bakar/goreng harganya rp 44000. Ikan juga ada... ini nih daftar menunya Bisa dicoba kan ? Lidah saya bilang : LEZAT.......

Tahu Sukun 73 Malang

Ibu saya paling suka TAHU, salah satu favorit beliau adalah Tahu Sukun 73 Malang. Teksturnya lembut, rasanya sedap... pokoknya PAS untuk selera ibu saya. Jika berkunjung ke Tahu Sukun 73 yang berlokasi di jalan S. Soepriadi Malang kita bisa melihat langsung proses pembuatan tahu. Di dekat pintu masuk juga ada Toko Camilan Oleh-oleh khas Malang.